Notícia

Kompas.com (Indonésia)

Racun Kalajengking Amazon Bisa Hancurkan Sel Kanker Payudara? Ini Penjelasan Ilmiahnya (240 notícias)

Publicado em 29 de junho de 2025

Raport.ba (Bósnia-Herzegovina) ColombiaOne.com (Colômbia) Khoa học và Đời sống (Vietnã) Telepolis (Polônia) First Check (Índia) Havadiskolik (Turquia) Jurnalul (Romênia) Phunu Moi (Vietnã) Zielony Onet (Polônia) Total News (EUA) Gıda Hattı (Turquia) Fakti (Bulgária) Secolo D'Italia (Itália) The Tatva (Índia) Tiin (Vietnã) Robo Reporter (Itália) Netky.sk (Eslováquia) Odisha Bhaskar (Índia) Velvet (Hungria) AB Direct (Romênia) Stiri imobiliare (Romênia) Salut Iasi (Romênia) Doctor Piter (Rússia) 1tv.ge (Geórgia) Newsroom (Itália) Newsbomb (Albânia) Yyoyarlay (Myanmar) Luz Noticias (México) Diario el Popular (Peru) online Diario el Popular (Peru) online Ashe News Daily (Nigéria) Lentera.co (Indonésia) Lentera Today (Indonésia) Květy.cz (República Tcheca) Ilmeteo.net (Itália) Dokuz Eylül (Turquia) Beyaz Gazete (Turquia) Infodan (Bósnia-Herzegovina) Portal Naša Bujština (Croácia) SaluteLab (Itália) T24 (Turquia) Maya Comunicación (México) Noticias de Mexico (México) Rubic News (Indonésia) SSBCrack News (Índia) Amhenews (Grécia) Almasryalyoum.com (Egito) Azi in Bucuresti (Romênia) Azi in Constanta (Romênia) ilkbaski (Turquia) Money Control (Índia) NewsDuck (Índia) Cisamer (Turquia) T24 (Turquia) Herald ID (Indonésia) Asianet Newsable (Índia) Smettere di Lavorare (Itália) Webbankir (Rússia) Sushinight (Ucrânia) Libnadvirna.if.ua (Ucrânia) Newsroom (Indonésia) zdrave (Bulgária) Mediamall (Bulgária) LongevityOne (EUA) Ufacity News (Rússia) Oculista Catanzaro (Itália) Health Amwaly (Emirados Árabes Unidos) Aajkaal Bengali News (Índia) Infobuxx (Bangladesh) CaliToday (Costa Rica) Velugu6 (Índia) NewsInfo.Ru (Rússia) TechSavvy (Indonésia) Intelacia (EUA) Waender (China) UNESCO - Al Fozan International Prize (Arábia Saudita) Drug Discovery & Development (EUA) Medical Independent (Irlanda) Holistic News (inglês) (Polônia) Pravda (Rússia) La Bioguía (Argentina) Newsy Today Newsweek (EUA) online Mundo Oculto (Espanha) Nouvelles Du Monde ZeeNews (Índia) CNN - News 18 (Índia) Fanpage (Itália) Doctor NDTV (Índia) The Titi Tudorancea Bulletin The Titi Tudorancea Bulletin The Titi Tudorancea Bulletin The Rio Times Jagran (Índia) Dnyuz (EUA) Fréquence Médicale (França) Pourquoi Docteur (França) mail.ru (Rússia) Informer (Sérvia) 0xzx (China) 0xzx (China) Archyde MediMagazine (Itália) Jornal da Fronteira online Noticias al dia y a la hora (Venezuela) La 100 FM 99.9 (Argentina) Futuro360 (Chile) Infoseek (Japão) Everyeye Tech (Itália) Tempo.co (Indonésia) Beyaz Gazete (Turquia) Báo Mới (Vietnã) Báo Mới (Vietnã) Türkiye Gazetesi (Turquia) online Cumhuriyet (Turquia) The Daily Guardian (Índia) online Newsweek México online Media Indonesia (Indonésia) online Yahoo Finance (Singapura) kienthuc (Vietnã) Diriliş Postası (Turquia) News18 Hindi (Índia) Prensa Mercosur Hail2h (China) Newsweek Argentina SDGTalks.ai Blitz Quotidiano (Itália) Một Thế Giới (Vietnã) Greek Reporter (EUA) Science News Scienze Notizie (Itália) KLIK.HR (Croácia) Meteored | tameteo (França) El Oriental de Monagas (Venezuela) 9111.ru (Rússia) Vo-Gazeta (Rússia) Enerzine.com (França) spotmedia.ro (Romênia) The Observatorial Vietnam Vietnam Vietnam Vietnam Vietnam LaRepublica.pe (Peru) Ojalá (República Dominicana) Cadena 3 Argentina (Argentina) Pelikan (Irã) Vista.ir Incredibilia (Romênia) Female First - Celebrity Gossip (Reino Unido) Alsat M (Macedônia) Absolute News (EUA) Vosveteit.sk kuaiqikan.com MedPath Women's Health Domain Medicalbeautyhub.com Elkabr.com HerZindagi GigaTrend.ir Comunidad Biológica Tapestry Tales Tapestry Tales Tapestry Tales SDGtalks.ai Revista Literaria El Candelabro Brakeandhegyan.com Brakeandhegyan.com Brakeandhegyan.com Free Jupiter YACAK Lifestart Industree News Bang Bizarre Noticiaspositivas.press SoupsGuide.com Dagnytt.no (Noruega) Col Global Science SBTE Chem Morning Over View Ideas2Live4 The Good News Movement www.khabaronline.ir National Geographic Thailand vk.com www.topky.sk www.quotidiano.net novini247.com tabi-labo.com www.anahwa.com بوابة الدولة الاخبارية newstopical.com www.malaimurasu.com وطن on.ge www.marketer.ge saviezvousque.net www.fakulteti.mk prv.mk rahnamato.ir inovativnost.mk www.vecer.press primetime.ge kannada.news18.com ziareaz.ro nobiseyeclinic.com soatechnology.net passfab.life

Melansir Science Alert pada Kamis (27/6/2025), temuan penelitian ini dipresentasikan dalam konferensi kesehatan FAPESP Week France, yang menunjukkan bahwa senyawa dari spesies Brotheas amazonicus bisa menjadi senjata baru melawan kanker.

Lonjakan kasus kanker akibat populasi global yang menua serta meningkatnya faktor risiko penyakit ini, mendorong para ilmuwan untuk mencari sumber pengobatan dari tempat yang tidak lazim, termasuk dari hewan kalajengking.

Dalam kasus ini, racun kalajengking dari hutan hujan Amazon menjadi perhatian utama para peneliti Brasil.

Tim ilmuwan dari Universitas Sao Paulo menggunakan teknik canggih untuk mempercepat pencarian senyawa aktif.

Mereka menyisipkan gen tertentu ke dalam DNA organisme "pabrikan", seperti ragi, agar organisme ini bisa menghasilkan protein target.

Protein-protein ini, termasuk yang terdapat dalam racun kalajengking, kemudian diuji untuk berbagai kegunaan medis.

“Kami dapat mengidentifikasi molekul dalam spesies kalajengking Amazon ini yang mirip dengan yang ditemukan dalam racun kalajengking lain dan yang bekerja melawan sel kanker payudara," kata ahli farmakologi Universitas São Paulo, Eliane Candiani Arantes.

Mekanisme racun kalajengking berpotensi jadi obat kanker payudara

Dalam penelitian ini, Arantes dan rekan-rekannya berhasil mengidentifikasi sebuah molekul yang disebut BamazScplp1 dari racun kalajengking Amazon.

Molekul ini bekerja serupa dengan obat kemoterapi, yakni memicu proses nekrosis atau kematian sel pada sel kanker payudara.

Akibatnya, sel-sel kanker mengalami kerusakan dan pecah.

Penemuan ini tidak lepas dari penerapan teknologi yang disebut ekspresi heterolog, yakni metode yang memungkinkan ilmuwan menciptakan molekul dari gen tertentu dalam organisme model seperti ragi atau bakteri.

Teknik ini memungkinkan produksi molekul bioaktif dalam jumlah besar dan efisien di luar tubuh makhluk asalnya.

Dalam eksperimen ini, para peneliti menggunakan spesies ragi Komagataella pastoris untuk memproduksi molekul dari racun kalajengking secara massal.

Ini memungkinkan mereka meneliti struktur dan fungsi molekul tersebut secara mendalam, serta mengujicobakan mutasi yang berpotensi meningkatkan efektivitasnya

Meskipun riset ini masih berada pada tahap awal, teknik serupa juga berhasil digunakan untuk menghasilkan molekul lain dari racun ular dan komponen darah sapi, yang dapat mendorong pertumbuhan pembuluh darah baru.

Artinya, potensi terapi dari racun-racun hewan ini sangat besar, tak hanya terbatas pada pengobatan kanker payudara saja.

Peneliti utama menjelaskan bahwa kemampuan untuk memproduksi molekul tersebut dalam skala industri membuka peluang besar untuk pengembangan obat yang lebih luas.

Dengan pendekatan ini, dunia medis bisa menjelajahi lebih jauh khazanah alam yang sebelumnya belum tergali sepenuhnya.

Penelitian ini juga menjadi pengingat bahwa kekayaan alam, seperti spesies kalajengking dari hutan hujan Amazon, bisa menyimpan solusi untuk penyakit mematikan seperti kanker.

Namun, potensi ini hanya bisa dimanfaatkan, jika kelestarian habitat binatang tersebut tetap dijaga.

Science Alert